Nasihat

"Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya"

Rabu, 07 September 2011

TAUJIHAT NABAWIYYAH DI JALAN DAKWAH


HADITS KEDUA
Rosululloh bersabda :
لأعلمن أقواما من أمتي يأتون يوم القيامة بحسنات أمثال جبال تهامة بيضا فيجعلها الله هباء منثورا . قال ثوبان : يا رسول الله صفهم لنا جلهم لنا أن لا نكون منهم و نحن لا نعلم ، قال : أما إنهم إخوانكم و من جلدتكم و يأخذون من الليل كما تأخذون و لكنهم أقوام إذا خلو بمحارم الله انتهكوها
Aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari Kiamat nanti, ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung di Tihamah yang putih, lalu Allah menjadikannya seperti kapas berterbangan, Tsauban bertanya, Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu agar kami tidak seperti mereka sementara kami tidak mengetahui!, Beliau bersabda, Mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian, mereka juga bangun malam seperti kalian, akan tetapi jika mereka menyendiri dengan larangan-larangan Allah, mereka melanggarnya

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam sunan-nya : kitab azzuhdu, bab dzikru adz-dzunub 2/1418 nomor 4245, dan terdapat di dalam al-fathul kabir di dalam dhommu az-ziyadah ilaa al-jami’ ash-shoghir 2 / 3. Dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam shahihul jami ash-shoghir 4 / 5 No.3904 semuanya dari tsauban ra.

MAKNA HADITS
Islam sangat menganjurkan untuk senantiasa menaungi diri dengan keyakinan muroqobatullah (selalu merasa diawasi Allah) yang tertanam kuat dalam diri, dan seorang muslim hendaknya menggali dan memelihara perasaan tersebut (muroqobatullah, pentrj.) jika ia telah hilang dari dalam diri, dan janganlah engkau melanggar hal-hal yang telah Allah haramkan, tidak meniadakannya dan tidak juga meremehkannya, meskipun salah tidak sengaja, dan hendaklah memiliki azam yang kuat untuk tidak kembali melakukan pelanggaran tersebut selamanya.
Hadits yang sedang kita bahas ini merupakan seruang yang lantang untuk senantiasa menjaga muroqobatullah dan rasa malu kepada-Nya dalam keadaan sembunyi maupun tampak, sendiri maupun bersama. Agar hakikat ini dapat terpatri dalam hati setiap muslim dan tidak akan hilang darinya selamanya, maka nabi menerangkan kepada kita dengan menggunakan metode kisah & hikayat. Beliau mengabarkan kepada kita melalui wahyu bahwasanya nanti di hari kiamat ada sekelompok jama’ah dari umatnya yang datang dengan membawa pahala yang banyak sekali, sehingga ibaratkan seperti tumpukan/gundukan pasir dan kumpulan pasir yang membentuk gunung tihamah, namun allah tidak menjadikan hal tersebut bernilai dan menjadi beratan baginya dalam timbangan, rahasia dari itu semua adalah karena sekelompok jama’ah ini ketika dalam keadaan menyendiri mereka melanggar apa-apa yang Allah haramkan, bukan menjaga diri darinya.
Adapun maksud Nabi dibalik menceritaan kisah ini, agar kita bisa mengambil ibroh/pelajaran darinya, yaitu untuk mengetahui hal tersebut sebelum kehilangannya dan tidak terjeremus kepada hal yang sama yang telah menimpa mereka,
“Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan”.(QS.59:2)
Dikarenakan muroqobatullah merupakan asas/inti dari bentuk komitmen seorang muslim dengan keislamannya dan tidak melanggar terhadap hal-hal yang diharamkan Allah, maka kita mesti membahasnya menjadi 2 bagian :
1. sarana-sarana yang dapat membantu menumbuhkan muroqobatullah dalam diri
2. sarana-sarana yang dapat menumbuh kembangkan muroqobatullah dalam diri
Penjelasannya sebagai berikut :
1. sarana-sarana yang dapat membantu menumbuhkan muroqobatullah dalam diri
    Yang dapat membantu menumbuhkan muroqobatullah dalam diri adalah :
Ø  Keyakinan yang sempurna bahwasanya Allah maha mengetahui atas segala sesuatu yang terjadi, baik dalam keadaan tersembunyi maupun tampak
“dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan”. (QS.6:3)

Sesungguhnya seseorang jika dalam dirinya sudah tertanam hakikat muroqobah ini, maka ia akan merasa malu jika Allah melihatnya dalam keadaan melakukan yang dilarang dan meninggalkan yang diperintahkan. Dan Allah pun telah menegaskan hal ini dalam firman-Nya potongan ayat QS.Al-baqoroh : 235,
“dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya”.

Ø  Keyakinan sempurna bahwasanya Allah akan selalu memperhitungkan segala sesuatu yang dilakukan dan akan memberitahukannya nanti pada hari kiamat, bahkan akan membalasnya, keburukan dengan keburukan dan kebaikan dengan kebaikan. Sesungguhnya jika seseorang meyakini betul hakikat ini, niscaya ia akan mengetahui urusan dirinya (apa yang harus dilakukan, pentrj.) sebelum kematian datang dan sebelum habis masanya, serta ia pun dapat membenteng diri dari kesesatan dan mewajibkan jalan hidup dengan penuh kesungguhan
“dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun". (QS.8:49)


2. sarana-sarana yang dapat menumbuh kembangkan muroqobatullah dalam diri
    Yang dapat menumbuh kembangkan muroqobatullah dalam diri adalah :
Ø  Tekun dan konsisten dalam ketaatan, seperti : shalat fardhu, qiyamulail, zakat, shadaqoh, puasa, haji, membaca al-qur’an, dzikir, do’a, istighfar, merenungi penciptaan diri dan alam semesta, muhasabah diri dari segala celaan, keburukan & taubat, bahkan mu’aqobah (menghukum diri) dari segala kekurangan dan pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah
Ø  Komitmen untuk terus berjama’ah dan hidup bersama di dalamnya, serta tidak keluar darinya.

PELAJARAN-PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI HADITS (TINJAUAN DAKWAH & TARBIYAH)
  •  Senantiasa menghadirkan muroqobatullah dalam setiap keadaan dan peristiwa
  • Peran metode kisah dalam penguatan makna (suatu pelajaran) ke dalam diri seseorang dan terpatri di dalamnya, hingga tidak terlupakan
  • Pentingnya komitmen kepada jama’ah dan berakhlaq dengan akhlaqnya (akhlaq jama’ah tersebut) 
  • Kewajiban memelihara semua kebaikan yang merupakan kebutuhan seorang muslim.

Selasa, 06 September 2011

AL-MA'TSUROT

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A'uudzubillahissami'il 'aliimi minasy-syaithoonirr-rojiim,
"Aku berlindung dengan Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Tahu, dari kejahatan syetan yang terkutuk"

QS. Al-Fatihah : 1-7
Bismillahir-Rahmaanir-Rahiim (1) Al-hamdulillah robbil 'aalamiin (2) Ar-rahmaanirrahiim (3) Maaliki yaumiddin (4) Iyyaaka na'budu wa Iyyaaka nasta'iin (5) Ihdinashshiroothol Mustaqim (6) Shirootholladziina an'amta 'alaihim ghoiril maghdhuubi 'alaihim waladhdhoolliin (7).

(1)   Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(2)   Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
(3)   Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
(4)   Yang menguasai hari pembalasan.
(5)   Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
(6)   Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(7)   (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
QS. Al-Baqarah : 1-5
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
Alif Laam Miim (1) Dzaalikal Kitaabu laa Raybafiihi Hudal lil muttaqiin (2) Alladziina yu'minuuna bilghoibi wa yuqiimuunashsholaat wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun (3) Wal ladziina yu'minuuna bimaa ungzila ilayka wa maa unzila mingqoblik wabil aakhiroti hum yuuqinuun (4) Ulaaika 'alaa hudammirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun (5).

"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
(1)   Alif Laam Miim.
(2)   Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(3)   (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
(4)   dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
(5)   Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

QS. Al-Baqarah : 255-257
Allahu laa ilaaha illa huwalhayyul qayyum laa ta;khuduhu sinatuwwalaa naum lahuumaa fissamaawaati wamaa filardli mangdzalladzii yasyfa'u 'ingdahuu illa biidznih ya'lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yauuduhuu hifzhuhumaa wahuwal 'aiyul 'adziim (255) Laa ikraaha fiddiin qattabayyanarrusydu minalghayyi famayyakfur biththaaghuuti wayu'mimbillaahi  faqadistamsaka bil 'urwatil wutsqo langfishaamalaha wallaahu samii'un 'aliim (256) Allahu waliyyulladzina aamanuu yukhrijuhum mnadzdzulumaati ilannuri walladzina kafaruu auliyaauhumuttaghuut yukhrijuunahum manannuuri iladzdulumaat ulaaika ashhaabunnaar hum fiiha khaaliduun (257).

(255)   Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(256)  Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(257)   Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.  (Q.S. Al-Baqarah : 255-257)




QS. Al-Baqarah : 284-286

Lillaahi maa fissamaawaati wamaa filardhi waing tubduu maafi angfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah fayaghfiru limayyasyaa wayu'adzibu mayyasyaa wallahu 'ala kulli syaiing qadiir (284) Aamanarrasuulu bimaa ungzila ilaihi mirrabbihi wal mu'minuun kullun aamana billahi wamalaaikatihi wakutubihi warusulihi laa nufarriqu baina ahadim mirrusulih waqaaluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir (285) Laa yukallifullaahu nafsan illa wush'aa lahaa maa kasabat wa'alaiha maktasabat rabbanaa laa tuaakhidzna innasiinaa aw akhta'naa rabbanaa walaa tahmil 'alainaa ishrang kamaa hamaltahuu 'alalladziina ming qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bih wa'fu'annaa waghfir lanaa warhamnaa angta maulaanaa fangshurnaa 'alalqaumil kaafiriin (286).


(284)   Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(285) Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
QS. Al-Ikhlas : 1-4
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
Qulhuwallaahu ahad (1) Allaahushshamad (2) Lam yalid walam yuulad (3) walam yakullahuu kufuwan ahad (4).

(1)   Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
(2)   Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(3)   Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
(4)   dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Q.S. Al-Ikhlash : 1-6 (3 kali)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
QS. Al-Falaq : 1-5
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
Qul a'uudzu birabbil falaq (1) Ming syarri maa khalaq (2) Waming Syarri ghaasiqin idzaa waqab (3) Waming syarri-nnaffaatsaatifil 'uqad (4) Waming syarri haasidin idzaa hasad (5).

(1)   Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
(2)   dari kejahatan makhluk-Nya,
(3)   dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
(4)   dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
(5)   dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".
Q.S. Al-Falaq : 1-5 (3 kali)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
QS. An-Naas : 1-6
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
Qul a'uudzu birabbinnaas (1) Malikinnaas (2) Ilaahinnaas (3) Ming syarril waswaasilkhannaas(4) Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas (5) Minal Jinnati wannas (6).

(1)   Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
(2)   Raja manusia.
(3)   Sembahan manusia.
(4)   dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
(5)   yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
(6)   dari (golongan) jin dan manusia.
Q.S. An-Naas : 1-6 (3 kali)
أَصْبَحْنَا[1] وَأَصْبَحَ اْلمُلْكُ للهِ وَاْلحَمْدُ للهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ (ثلاثا)

Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah walhamdulillah laa syariikalah laa ilaaha illa huwa wa ilaihinnusyuur

Sesungguhnya kami terjaga (dipagi hari) dengan (kesadaran bahwa) kerajaan bumi dan segala isinya ini seluruhnya adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, dan kepada-Nyalah tempat kembali. (3 kali)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَكَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا كَانَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ (ثلاثا)
Ashbahnaa 'alaa fithrotil islaam wa kalimatil ikhlaash wa 'ala diini nabiyyinaa Muhammadin shollallahu 'alaihi wasallam wa 'alaa millati abiinaa Ibroohiima haniifaa wa maa kaana minal musyrikin.

Sesungguhnya kami terjaga (di pagi hari), telah berada dalam kesucian islam, dalam kemurnian iman dan kalimah ikhlash dan dalam agama islam, agama Nabi kami Muhammad saw, dan agama bapak kami, agama Nabi Ibrahim yang suci murni, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik (3 kali).

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَصْبَحْتُ[2] مِنْكَ فِىْ نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِطْرٍ فَأَتِمَّ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِطْرَكَ ِفي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ (ثلاثا)
Allahumma inni ashbatu mingka fii ni'matin wa 'aafiyatin wa sitrin fa atimma 'alayya ni'mataka wa 'aafiyataka wa sitroka fiddunya wal aakhiroti.

Ya Allah, aku terjaga oleh-Mu dalam nikmat, afiat (keselamatan dari mara bencana), dan terjaganya rahasia-rahasia (dosa-dosa) ku, maka sempurnakanlah nikmat-Mu, afiat-Mu dan penjagaan-Mu itu atas-ku, di dunia dan di akhirat (3 kali).

أَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ[3] بِى مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ, فَلَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ (ثلاثا)
Allaahumma maa asbaha bii min ni'matin aw bi-ahadin min khalqika famin ka wahdaka laa syariika laka, falakal hamdu walakasysyukur.

Yaa Allah tidak ada satu nikmatpun yang kunikmati pada diriku atau pada salah seorang makhluk-Mu, kecuali seluruhnya datang dari Engkau seorang, tiada sekutu bagi-Mu. Maka hanya bagi-Mulah segala puji dan syukur (3 kali).

يَارَبِّى لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ (ثلاثا)
Yaa rabbii lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik

Ya Tuhan-ku, segala puji bagi-Mu, sesuai dengan keagungan wajah-Mu, dan kebesaran kekuasaan-Mu (3 kali)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً (ثلاثا)
Rodhiitu billahi robbaa wa bilislaami diinaa wa bimuhammadin nabiyya warosuula.

Aku rela Allah menjadi Tuhan-ku, Islam menjadi agama-ku, dan Muhammad menjadi Rasul dan Nabi-ku (3 kali)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَانَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ (ثلاثا)
Subhaanaallah wa bihamdihi 'adada kholqihi wa ridhoo nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midaada kalimatih.

Maha suci Allah dan terpuji Dia sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya dan seberat Arsy-Nya dan sebanyak tinta penulis kalimat-Nya (3 kali)

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ ِفي اْلأَرْضِ وَلاَ ِفي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ (ثلاثا)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihi syaiun filardhi wa laa fissamaa'i wa huwassamii'ul 'aliim

Dengan nama Allah yang beserta asma-Nya tidak akan binasa segala yang ada di bumi dan dilangit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Tahu (3 kai)

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ ِلمَا لاَ نَعْلَمُهُ (ثلاثا)
Allahumma inna na'uudzubika min an-Nusyrika bika syai'an na'lamuh wa nastaghfiruka limaa laa na'lamuh.

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun dari (menyekutukan-Mu) dengan sesuatu yang tidak kami ketahui (3 kali)
أَعُوْذَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (ثلاثا)
A'uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq.

Aku berlindung pada kalimat Allah yang Maha sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan (3 kali).

أَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ (ثلاثا)
Allahumma inni a'uudzubika minal hammi walhazan wa a'uudzubika minal 'ajzi walkasal wa 'auudzubika minal jubni wal bukhl wa 'auudzubika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal.

Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kesusahan dan duka cita, aku berlindung dengan-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung dengan-Mu dari ketakutan dan kebakhilan dan aku berlindung dengan-Mu dari takanan utang dan dari kesewenang-wenangan siapa saja (3 kali)

أَللَّهُمَّ عَافِنِيْ ِفيْ بَدَنِيْ أَللَّهُمَ عَاِفِنيْ ِفيْ سَمْعِيْ أَللَّهُمَّ عَافِنِيْ ِفيْ بَصَرِيْ (ثلاثا)
Allahumma 'aafini fii badanii Allahumma 'aafini fii sam'ii Allahumma 'aafini fii bashorii.

Ya Allah sehatkanlah badanku, ya Allah sehatkanlah pendengaranku, ya Allah sehatkanlah penglihatanku. (3 kali)

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلكُفْرِ وَاْلفَقْرِ أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ (ثلاثا)
Allahumma innii 'auudzubika minal kufri wal faqri, Allahumma inni 'auudzubika min min 'adzaabil qobri laa ilaaha illa anta.

Ya Allah aku berlindung dengan-Mu dari kekafiran dan kefakiran, dan aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur tiada Tuhan selain Engkau. (3 kali)

أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْ عُلَكَ بِنِعْمَتِكَ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (ثلاثا)
Allahumma anta robbi laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatho'tu a'uudzubika min syarri maa shona'tu abuu 'ulaka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidzambii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa anta.

Ya Allah hanya Engkaulah rabb-ku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menciptakan-ku, dan aku adalah hamba-Mu yang selalu berada dalam keputusan dan ketetapan-Mu yang tak sanggup aku melanggarnya, aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan yang aku lakukan, aku menyadari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku menyadari  pula dosa-dosaku kepada-Mu, karena itu ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang berhak mengampuni segala dosa selain Engkau (3 kali).
أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ (ثلاثا)
Astaghfirullaahal 'azhiim al-Ladzii laa ilaaha illaa huwalhayyul qoyyuum wa atuubu ilaih.

Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya (3 kali).

سُبْحَانَكَ أَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ (ثلاثا)
Subhaanaka-llahumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Maha suci Engkau ya Allah dan Maha Terpuji, aku mengaku Tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. (3 kali)

أَللَّهُمَّ صَلىِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِيِّ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ تَسْلِيْمًا عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ وَارْضَ أَللَّهُمَّ عَنْ سَادَاتِنَا أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rosulika nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim tasliiman 'adada maa ahaatho bihi 'ilmuka wa khoththo bihi qolamuka wa ah-shoohu kitaabuka wa ardho-llahumma 'an saadaatinaa abii Bakrin wa 'Umar wa 'Utsman wa 'Aliyyi wa 'ani-shshohaabati ajma'iin wa 'ani-ttaabi'iin wa staabi'ahum bi'ihsaanin ila yaumi-ddiin

Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. Hamba-MU dan Rosul-Mu. Nabi yang Ummi, kepada keluarganya dan para sahabatnya dan limpahkanlah salam kepadanya, sebanyak ilmu-Mu dan sebanyak goretan Kalam-Mu dan sebanyak hitungan Kitab-Mu. Ridhailah ya Allah para pemimpin kami; Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali serta para sahabat semuanya, para Tabi'in dan pengiut mereka semuanya dengan cara yang baik hingga hari kiamat kelak.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلِعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ.
Subhaana robbika robbil 'izzati 'ammaa yashiffuun wa salaamun 'alal mursaliin walhamdu lillahi robbil 'aalamin.

Maha suci Tuhan-Mu, Tuhan yang Maha Perkasa dari apa yang mereka sifatkan. Kesejahteraan untuk para Rasul, dan segenap puji hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.

QS. 3 : 26-27
Qulillaahumma maalikal-mulki tu'til mulka mangtasyaa'u wa tangzi'ul mulka mimmang tasyaa'u wa tu'izzu mang tasyaa'u wa tudzillu mang tasyaa'u biyadikal khoiir innaka 'alaa kulli syai'ing Qodiir (26) Tuulijul-llaila fi-nnahaari wa tuulu-nahaara fi-llail wa tukhriju-lhayya minal mayyiti wa tukhriju-lmayyita minal hayy wa tarzuqu mang tasyaa'u bighoiri hisaab (27).

26{. Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
27{.  Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (Q.S. Ali-Imran : 26-27)

أَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْلِيْ.

Allahumma inna haadzaa iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwaatu du'aatika faghfirlii

Saat ini malam-Mu datang dan siang-Mu pergi dan suara-suara berdo'a memanggil Engkau, ampunilah aku.

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَانًا رَاطِبًا بِذِكْرِكَ وَقَلْبًا مَفْعُمًا بِشُكْرِكَ وَبَدَناً هَيِّنًا لَيِّنًا بِطَاعَتِكَ أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلاً وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ اْلعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ اْلغِنَى عَنِ النَّاسِ وَهَبْلَنَا حَقِيْقَةَ اْلإِْيمَانِ بِكَ حَتَّى لاَ نَخَافَ وَلاَ نَرْجُوْ غَيْرَكَ وَلاَ نَعْبُدَ شَيْئًا سِوَاكَ وَاجْعَلْ يَدَكَ مَبْسُوْطَةً عَلَيْنَا وَعَلَى أَهْلِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَمَنْ مَعَنَا بِرَحْمَتِكَ وَلاَ تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ وَلاَ أَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ يَاِنعْمَ اْلمُجِيْبُ وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Allaahumma inna nas'aluka lisaanan rootiban bidzikrika wa qolban maf'uman bisyukrika wa badanan hayyinan layyinan bithoo'atika Allahumma inna nas-aluka iimaanan kaamilan wa nas-aluka 'ilman naafi'an wa nas-aluka yaqiinan shoodiqon wa nas-aluka diinan qoyyiman wa nas-alukal 'aafiyata min kulli baliyyatin wa nas-aluka tamaama-lghinaa 'anin-nnaas wahab lanaa haqiiqotal iimaani bika hatta laa nakhoofa wa laa narjuu ghoiroka wa laa na'buda syai'an siwaaka waj'al yadaka mabsuuthotan 'alainaa wa 'alaa ahlinaa wa aulaadinaa waam-ma'anaa birohmatika wa laa takilnaa ilaa anfusinaa thorfata 'ainin wa laa aqolla min dzaalika ya ni'mal mujiibu wa sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin-nnabiyyi-lkariim wa 'alaa aalihi wa shohbihi ajma'iin.
Ya Allah karuniakanlah kami lisan yang lembut basah mengingati dan menyebut nama-Mu, hati yang penuh segar mensyukuri nikmat-Mu serta badan yang ringan menyempurnakan ketaatan keapda perintah-Mu. Ya Allah karuniakanlah kami iman yang sempurna, hati yang khusyu', ilmu yang berguna, keyakinan yang benar-benar mantap. Ya Allah karuniakanlah kami diin (cara hidup) yang jitu dan unggul selamat dari segala marabahaya dan malapetaka, kami mohon ya Allah kecukupan yang tidak sampai kami terapksa meminta jasa orang lain. Berikanlah kami ya Allah iman yangsebenarnya sehingga kami tidak lagi astau mengharap orang lain selain dari Engkau sendiri. Kembangkanlah lembayung rahmat-Mu kepada kami, keluarga dan anak-anak kami serta siapa saja yang bersama-sama kami. Ya Allah jangan Engkau biarkan nasib kami di tentukan oleh diri kami sendiri, wlaaupun kadar sekedip mata atau kadar masa yang lebih pendek dari itu. Wahai Tuhan yang paling mudah dan cepat memperkenankan permohonan (perkenankanlah) shalawat yang mulia kepada keluarga baginda dan para sahabatnya.
  
أَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ اْلقُلُوْبُ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ واْلتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعَوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَاَدِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهاَ وَامْلَئْهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْ وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ اْلإِْيمَانَ بِكَ وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَاَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ ِفيْ سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ اَللَّهُمَّ آمِيْنَ وَصَلَّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

Allahumma innaka ta'lamu anna haadzihil-quluubu qadij tama'at 'alaa mahabbatik waltaqot 'alaa thoo'atik watawahhadat 'alaa da'watik wata'aahadat 'alaa nushroti syarii'atik fawatstsiqil-llahumma roobithotahaa wa adim wuddahaa wa-hdihaa subuulahaa wamla-haa binuurika-lladzii laa yakhbuu wasyroh shuduurohaa bifaidhil iimaani bika wa jamiili-ttawakkuli 'alaika wa ahyihaa bima'rifatika wa amithaa 'alaa-sysyahaadati fii sabiilika innaka ni'mal maulaa wa ni'ma-nnashiir Allahumma aamiin wa sholli-llahumma 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Ya Allah sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati kami ini semuanya berkumpul untuk mencintai-Mu dan bertemu untuk mentaati-Mu dan bersatu karena dakwah-Mu dan berjanji setia untuk menegakkan syari'at-Mu dan berjanji setia untuk menegakkan syari'at-Mu maka perkuatkanlah hubungan hati kami, dan lestarikanlah cinta kasihnya dan tunjukanlah jalannya dan berilah sinar-Mu yang tak pernah padam dan lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu dan nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat pada-Mu. Matikanlah dia sebagai syahid dalam menegakkan agama-Mu sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Allahumma amin dan limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad saw.



1. Apabila dibaca pada sore hari kata Ashbahnaa diganti dengan Amsainaa
2. Apabila dibaca pada sore hari kata Ashbahtu diganti dengan Amsaitu
3. Apabila dibaca pada sore hari kata Ashbaha diganti dengan Amsa

Inilah Nasihat Terakhir Bunda Yoyoh Untuk Sang Putra Di Bosnia

   Berikut adalah korespondensi saya (Aizza Jundana) yang terakhir melalui email dengan almarhumah ibu saya, ummi Yoyoh Yusroh, 3 hari sebelum beliau dipanggil oleh Allah SWT tanggal 21 Mei 2011 kemarin. Nasihat terakhir dari ummi ini akan selalu kuingat. Semoga amal ibadah ummi diterima di sisi Allah, dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan dimasukkan ke dalam surganya. Dan agar kami anak-anaknya, suaminya, dan keluarga serta kerabat terdekat dikuatkan dan diberikan ketabahan dalam melanjutkan hidup kami tanpa ummi yang sangat kami cintai. InsyaAllah cita-cita, keinginan, pengabdian, kerja keras, dan dawah ummi akan terus kami lanjutkan.

Selamat jalan ummi, kami ikhlaskan kepergianmu. Semoga Allah menempatkan ummi di surganya yang mulia.
Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya
(Ukht/ Nayifah Uwaimir)

Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,
· anjing yang mati tidak akan ditendang,
· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai puteraku ..
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai puteraku ..
Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!
Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai puteraku …
Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..
Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai puteraku ..
Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!
Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya

Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?
Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!
Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!
Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

Yoyoh Yusroh
Komisi I DPR RI
Sent from my iPad